banner Tangis Belum Reda di NTT: Korban Gempa Tembus 111 Jiwa, 176.621 Orang Mengungsi

Tangis Belum Reda di NTT: Korban Gempa Tembus 111 Jiwa, 176.621 Orang Mengungsi


Suara Numbei News - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 111 jiwa.

"Saat ini ketambahan 6 korban meninggal, jadi jumlah total itu 111 jiwa dan ini pun dapat kami sampaikan adalah korban meninggal tidak langsung," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis (27/8).

Empat korban meninggal dunia tambahan berasal dari Kabupaten Manggarai. Sedangkan, dua korban meninggal dunia lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur.

Mayoritas korban meninggal dunia merupakan perempuan, yaitu sebanyak 56.4 persen. Berdasarkan kelompok umur, sebanyak 45 persen korban merupakan bagian dari kelompok lansia.

Selanjutnya, pengungsi akibat gempa NTT berjumlah 176.621 jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 179.037 jiwa.

"Terutama penurunan yang signifikan berasal dari Kabupaten Sikka," jelas Berton.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai 27 Agustus mencatat 8.193 gempa susulan. Sebanyak 146 di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Menurut keterangan dari BMKG karena gempa 7,7 tergolong besar maka gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung sampai minggu ketiga dan dan minggu keempat sejak gempa utama terjadi," sebut Berton. *** cnnindonesia.com

 




Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama