Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi
Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa angka
tersebut merupakan korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak
langsung dari gempa bumi.
“Hingga saat ini, korban yang meninggal akibat
langsung maupun tidak langsung dari gempa tersebut sebanyak 129 jiwa,” kata
Berton di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat.
Berton juga menyampaikan belasungkawa atas
bertambahnya jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 1.723
orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi
menunjukkan penurunan.
Hingga saat ini, tercatat 111.321 orang masih berada
di lokasi pengungsian.
“Jumlah orang yang luka-luka sebesar 1.723 orang dan
saat ini jumlah pengungsi sudah turun menjadi 111.321 orang,” ujar Berton.
Puluhan Ribu
Rumah Rusak
Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada
puluhan ribu rumah warga. BNPB mencatat sebanyak 98.908 unit rumah mengalami
kerusakan.
Kerusakan tersebut terdiri atas kategori rusak
ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
Di tengah proses penanganan pascabencana, BNPB
menyebut kondisi di sejumlah wilayah terdampak mulai membaik. Aktivitas sosial
dan ekonomi masyarakat juga mulai kembali berjalan.
Sebagian pengungsi bahkan telah kembali ke rumah
masing-masing yang masih dalam kondisi utuh, baik, maupun mengalami kerusakan
ringan.
“Melihat kondisi daerah terdampak yang semakin
membaik, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga sudah mulai bangkit.
Sebagian besar pengungsi juga sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing
yang memiliki rumah masih utuh, baik, atau rusak ringan,” kata Berton.
BNPB Terus
Salurkan Bantuan Logistik
BNPB memastikan dukungan logistik untuk wilayah
terdampak masih terus berjalan. Hingga kini, sebanyak 2.015 ton logistik telah
dikirim dari Jakarta.
Selain itu, BNPB baru mengirim tambahan 113 ton
logistik menggunakan KRI Semarang-594 dengan tujuan Labuan Bajo. Bantuan
tersebut diperkirakan tiba pada 7 September 2026.
Logistik yang dikirim antara lain berupa makanan,
minuman, sembako, peralatan penjernih air, serta kebutuhan dasar lainnya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari
upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus
mendukung proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah NTT.
Sumber:
Kompas.com
