banner KMP Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 129 Penumpang Masih Dicari, 6 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 129 Penumpang Masih Dicari, 6 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia


Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam. (Instagram/bpkpalm.21- Threads/dendyprasetyoo)


Suara Numbei News - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengungkapkan bahwa sebanyak 129 penumpang KMP Virgo Transport 8 masih belum ditemukan dan hingga kini masih dalam proses pencarian.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan dalam penanganan insiden KMP Virgo Transport 8. Dukungan tersebut meliputi proses pencarian dan pemantauan, hingga penanganan korban serta keluarga pascakejadian.

“Hingga saat ini, sebanyak 114 orang dari total 243 orang telah ditemukan,” ujar Masyhud dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Jenazah korban insiden Kapal Virgo Transport 8 yang dievakuasi oleh personel SAR gabungan dari MV Mauhau IX, Senin (14/9/2026). /Dok. Basarnas

Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 6 orang meninggal dunia. Adapun 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Dari 114 korban yang telah ditemukan tersebut, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Perkuat Pencarian

Untuk mendukung operasi pencarian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi.

Melalui pemberitahuan tersebut, kapal-kapal yang berada maupun melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu melakukan penyisiran.

Apabila menemukan korban atau informasi yang berkaitan dengan insiden tersebut, kapal diminta segera melaporkannya kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya.

Masyhud mengatakan, seluruh dukungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus membantu proses pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.

KN Kunyit Dikerahkan untuk Perkuat Komunikasi

Selain mendukung pencarian, Ditjen Perhubungan Laut juga terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui VTS dan SROP.

Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit turut dikerahkan sebagai relay komunikasi radio antara kapal-kapal yang berada di lokasi operasi dengan SROP.

Pengerahan tersebut dilakukan karena jarak lokasi kejadian menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung.

“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.

Kemenhub Dampingi Penanganan Korban dan Keluarga

Dalam penanganan korban dan keluarga pascakejadian, Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo Transport 8.

Kapal tersebut mengalami kecelakaan saat berlayar pada rute Surabaya–Banjarmasin.

Kemenhub menyatakan fokus saat ini adalah mendukung upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga dapat berjalan dengan baik.

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa

KMP Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Kapal jenis Ro-Ro berukuran 8.540 GT tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 waktu setempat dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Kapal kemudian dilaporkan mengalami kemiringan atau listing dan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo pada 13 September 2026 pukul 02.00 waktu setempat.

Hingga Selasa (15/9/2026), proses pencarian terhadap 129 penumpang yang masih belum ditemukan terus dilakukan oleh unsur terkait. ***

Sumber: Bisnis.com

 




Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama