![]() |
| Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam. (Instagram/bpkpalm.21- Threads/dendyprasetyoo) |
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub,
Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan dalam
penanganan insiden KMP Virgo Transport 8. Dukungan tersebut meliputi proses
pencarian dan pemantauan, hingga penanganan korban serta keluarga
pascakejadian.
“Hingga saat ini, sebanyak 114 orang dari total 243
orang telah ditemukan,” ujar Masyhud dalam keterangan resmi, Selasa
(15/9/2026).
![]() |
| Jenazah
korban insiden Kapal Virgo Transport 8 yang dievakuasi oleh personel SAR
gabungan dari MV Mauhau IX, Senin (14/9/2026). /Dok. Basarnas |
Dari 114 korban yang telah ditemukan tersebut,
sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri
atas 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 22 korban selamat yang
sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363
dan telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Perkuat
Pencarian
Untuk mendukung operasi pencarian, Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners
(NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi.
Melalui pemberitahuan tersebut, kapal-kapal yang
berada maupun melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan
turut membantu melakukan penyisiran.
Apabila menemukan korban atau informasi yang
berkaitan dengan insiden tersebut, kapal diminta segera melaporkannya kepada
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Vessel Traffic Service
(VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya.
Masyhud mengatakan, seluruh dukungan tersebut
dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus membantu proses pencarian
korban yang hingga kini masih berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur
terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk
membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap
menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.
KN Kunyit
Dikerahkan untuk Perkuat Komunikasi
Selain mendukung pencarian, Ditjen Perhubungan Laut
juga terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui VTS dan SROP.
Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit turut dikerahkan
sebagai relay komunikasi radio antara kapal-kapal yang berada di lokasi operasi
dengan SROP.
Pengerahan tersebut dilakukan karena jarak lokasi
kejadian menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio
secara langsung.
“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami
optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di
lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses
pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.
Kemenhub Dampingi Penanganan Korban dan Keluarga
Dalam penanganan korban dan keluarga pascakejadian,
Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada
ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo Transport 8.
Kapal tersebut mengalami kecelakaan saat berlayar
pada rute Surabaya–Banjarmasin.
Kemenhub menyatakan fokus saat ini adalah mendukung
upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus
memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga dapat berjalan dengan baik.
KMP Virgo
Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa
KMP Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di Laut
Jawa, Kalimantan Selatan. Kapal jenis Ro-Ro berukuran 8.540 GT tersebut
sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52
waktu setempat dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.
Kapal kemudian dilaporkan mengalami kemiringan atau listing
dan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo pada 13 September 2026 pukul
02.00 waktu setempat.
Hingga Selasa (15/9/2026), proses pencarian terhadap
129 penumpang yang masih belum ditemukan terus dilakukan oleh unsur terkait.
***
Sumber:
Bisnis.com

