banner Siswa Terdampak MBG di Malaka Mulai Membaik, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru

Siswa Terdampak MBG di Malaka Mulai Membaik, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru


Suara Numbei News - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, memastikan para siswa SDK Kabukalaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, Kamis (10/9/2026).

Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Puskesmas Weliman, Paskalia mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan harus selalu siap memberikan pelayanan apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis, termasuk terhadap para siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

"Untuk siswa-siswi yang mengalami kejadian dan kesakitan karena dugaan keracunan MBG itu, semua fasilitas kesehatan harus selalu siap," ujar Paskalia.

Penanganan awal terhadap para siswa dilakukan di Puskesmas Weliman. Para siswa yang sebelumnya dibawa dari SDK Kabukalaran langsung menjalani pemeriksaan dan observasi untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Setelah mendapatkan penanganan medis, sebagian siswa yang dirawat di Puskesmas Weliman telah menunjukkan kondisi membaik dan diperbolehkan pulang. Namun, terdapat tiga siswa yang harus dirujuk ke RSUPP Betun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Semua sudah ditangani di Puskesmas Weliman dan kondisinya baik. Ada tiga orang yang dirujuk ke RSUPP Betun dan kita sudah koordinasi dengan Ibu Direktur RSUPP Betun. Semuanya sementara ditangani," jelasnya.

Selain tiga siswa yang dirujuk ke RSUPP Betun, satu pasien masih menjalani perawatan. Kondisi pasien tersebut dilaporkan baik dan saat ini dipersiapkan untuk diperbolehkan pulang setelah seluruh proses penanganan medis selesai.

Meski para siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG, Paskalia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kondisi kesehatan yang dialami para siswa tersebut.

Menurutnya, diperlukan pemeriksaan sampel makanan dan muntahan lasien di laboratorium untuk memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut memang berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain yang menjadi penyebab.

"Ini juga kita belum tahu penyebab pastinya. Kita masih harus lakukan pemeriksaan laboratorium di Kupang," katanya.

Pemeriksaan sampel di laboratorium tersebut dinilai penting untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab keluhan yang dialami para siswa. Dengan pemeriksaan tersebut, dugaan keracunan tidak hanya didasarkan pada waktu munculnya gejala setelah para siswa mengonsumsi makanan.

Di tengah penanganan para siswa, Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka juga mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memastikan makanan yang disiapkan dan disalurkan kepada para siswa memenuhi standar keamanan pangan.

Paskalia menekankan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak harus benar-benar aman untuk dikonsumsi. Aspek keamanan pangan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa, perlu menjadi perhatian.

"Yang namanya makanan harus aman untuk dikonsumsi. Kalau ada kejadian seperti ini, kita lihat supaya ke depannya harus dijaga," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 siswa SDK Kabukalaran diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami sakit perut dan muntah-muntah sekitar 30 menit setelah menyelesaikan makanan dan mengembalikan wadah MBG.

Para siswa kemudian dievakuasi ke Puskesmas Weliman untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian dari orang tua siswa, masyarakat, serta aparat kepolisian yang berada di lokasi.

Hingga kini, kondisi para siswa secara umum dilaporkan baik setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait. (ito) *** poskupang.com



 



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama