Pengurus DPC PROJAMIN Malaka dan PROJAKOP Cabang Malaka foto bersama masyarakat Umalor Besikama. Kamis, 11 Maret 2021 |
Kami hanyalah akar
rumput
Tak mengenal sang mentari
Tak menghayal menggapai bulan
Tak bermimpi bercumbu bintang
Kami hanyalah akar
rumput
Kaum yang tak terhitung
Kaum yang tenang laksana patung
Kaum yang tak peduli kepada untung
Kami hanyalah akar
rumput
Yang menerobos keras bebatuan
Yang tertindih beban di atas tanah
Yang berjuang untuk mereka yang di atas
Kami hanyalah akar
rumput
Kaum yang tak duduk di singasana
Kaum yang salalu diam bijaksana
Namun mampu meruntuhkan istana
Kami hanyalah akar
rumput
Tak mengenal sang mentari
Tak menghayal menggapai bulan
Tak bermimpi bercumbu bintang
Kami hanyalah akar
rumput
Kaum yang tak terhitung
Kaum yang tenang laksana patung
Kaum yang tak peduli kepada untung
Kami hanyalah akar
rumput
Yang menerobos keras bebatuan
Yang tertindih beban di atas tanah
Yang berjuang untuk mereka yang di atas
Kami hanyalah akar
rumput
Kaum yang tak duduk di singasana
Kaum yang salalu diam bijaksana
Namun mampu meruntuhkan istana
****
Rumput, Mengajarkan Kita Filosofi Hidup
Bila mendengar kata
rumput pasti yang terbersit dalam pikiran kita lebih pada rumput ialah salah
satu jenis tumbuhan pengganggu dan harus dibasmi. Selain itu, rumput juga
sering digunakan sebagai istilah yang menggambarkan sifat iri, "Rumput
tetangga selalu lebih tampak hijau dibandingkan rumput sendiri", ya
begitulah kira-kira.. lebih banyak yang menganggap rumput merupakan sesuatu
yang negatif.
Namun bila ditilik
lebih dalam, rumput ternayata memiliki banyak manfaat. Ada beberapa jenis
rumput yang bisa menjadi obat dan juga bisa dikonsumsi dan dijadikan sebagai
bahan cemilan peneman nonton tv. Selain itu, ternyata rumput juga mengajarkan
kita tentang filosofi hidup, yaitu tentang bagaimana ketangguhan dan kemampuan
untuk beradaptasi.
Rumput merupakan salah
satu jenis tanaman yang sudah ada berabad-abad lamanya. Terbukti, rumput bisa
tetap ada sampai sekarang karena rumput dapat melewati berbagai macam
pergantian musim yang ekstrim dan cuaca yang tidak menentu. Saat hujan badai
menerpa, rumput akan tetap kokoh dan tidak terbawa angin kencang. Saat di atas
rumput ada sesuatu yang terbakar, maka bara api hanya membakar sebagian daunnya
saja namun tidak sampai ke akar. Dalam waktu yang singkat, tanaman baru akan
tumbuh kembali dan menghijau seperti sebelumnya.
Selain itu, bila
diperhatikan, rumput bisa tumbuh hampir di semua tempat. Di dataran tinggi,
dataran rendah, dan di gurun pasir sekalipun. Hal ini berarti rumput merupakan
salah satu jenis tanaman yang dapat beradaptasi di tempat ia tumbuh.
Tak hanya memiliki
kemampuan beradaptasi yang baik dan ketangguhan, rumput juga mengajarkan
tentang pentingnya gotong royong. Hmm.. bagaimana bisa?
Bila kita mau menengok ke sekitar pekerangan rumah, bahwa kita bisa lihat
rumput selalu bergerombol dan tidak pernah hidup sendirian. Tunas rumput muda
akan tumbuh menyeruak ke sela induk rumput sehingga terlihat seperti induk
rumput yang baru. Begitu seterusnya sehingga muncul tumbuhan baru. Itulah
mengapa saat kita tidak mencabut rumput hingga akarnya, ia akan tetap bisa
tumbuh subur dan justru akan menjadi semakin banyak. Mereka akan saling bahu
membahu untuk bisa terus berkembang biak.
Dari rumput saja kita
sudah bisa mengambil banyak sekali pelajaran. Jadilah tangguh dan jadilah
pribadi yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, kelak akan menjadi
pribadi yang bisa diterima di setiap lingkungan dimana kita berada.
Semoga bermanfaat.
Selamat beraktivitas semuanya!
Inspirasi Jalan Setapak,
Umalor Besikama, 11 Maret 2021
Lihat Juga:
Selayang Pandang Koperasi PROJAKOP (Profesional Jaringan Koperasi) "Mitra Sejahtera"
Percakapan Inspiratif Emas dan Tanah