banner Khidmatnya Perayaan Rabu Abu Umat Katolik di India

Khidmatnya Perayaan Rabu Abu Umat Katolik di India

Pangeran Xavier, seorang imam Katolik, memimpin misa selama kebaktian Rabu Abu di gereja Saint Anthony di Hyderabad pada Rabu (2/3). Foto: Noah Seelam/AFP




Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk Numbei)Seluruh umat Katolik dimanapun keberadaannya kini sedang memperingati Hari Rabu Abu pada Rabu (2/3), sebelum memasuki Prapaskah, salah satunya di India.


Di India, berbagai tempat peribadatan gereja melakukan kegiatan misa seperti di Gereja Saint Anthony di Hyderabad, dan Gereja Basilika Katedral St. Thomas.

 


Rabu Abu dilambangkan dengan goresan abu yang ada di dahi setiap umatnya. Hal tersebut memiliki makna yaitu diharapkan setiap umat dapat kembali mengenali area spiritual, utamanya dahi dan kepala, karena dari sanalah akal budi dan logika berjalan.



Selain itu, Rabu Abu juga dikenal sebagai hari pertobatan oleh para umat Katolik.

Seluruh umat Katolik dimanapun keberadaannya kini sedang memperingati Hari Rabu Abu pada Rabu (2/3), sebelum memasuki Prapaskah, salah satunya di India.



Di India, berbagai tempat peribadatan gereja melakukan kegiatan misa seperti di Gereja Saint Anthony di Hyderabad, dan Gereja Basilika Katedral St. Thomas.

 


Rabu Abu dilambangkan dengan goresan abu yang ada di dahi setiap umatnya. Hal tersebut memiliki makna yaitu diharapkan setiap umat dapat kembali mengenali area spiritual, utamanya dahi dan kepala, karena dari sanalah akal budi dan logika berjalan.

Selain itu, Rabu Abu juga dikenal sebagai hari pertobatan oleh para umat Katolik.

 ***

Sumber: 

kumparanNEWS
verified-green


@setapakrainumbei Hanya debulah aku. Selamat hari Rabu Abu buat umat kristiani katokik 02 Maret#rabuabutiktok # 2022..#debulahaku #katolikindonesia ♬ suara asli - setapakrainumbei

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama