Diduga Dianiaya-Ditikam di Hadapan Polisi, Pria Kabupaten Belu Lapor Propam Polda NTT

Diduga Dianiaya-Ditikam di Hadapan Polisi, Pria Kabupaten Belu Lapor Propam Polda NTT

Foto:Antonius Kasa (37) bersama keluarganya saat ditemui detikBali seusai membuat laporan polisi di Bidpropam Polda NTT. (Yufengki Bria/detikBali)



Suara Numbei News - Seorang pria bernama Antonius Kasa asal Dusun Masmae, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipukul secara membabi buta oleh sekelompok pria. Peristiwa itu diduga terjadi di hadapan anggota Polres Belu berinisial NN.

"Saat itu mereka mendobrak pintu rumah, dia (NN) bilang jangan bergerak. Makanya saya langsung dipukuli secara brutal lalu tikam di bagian punggung belakang," kata Antonius, saat diwawancarai sesuai membuat laporan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda NTT, Sabtu (6/4/2024).

Pria berusia 37 tahun itu membeberkan kronologi kejadian yang menimpanya. Peristiwa berawal saat Antonius sedang melayat di salah satu rumah duka di Belu. Saat itu sedang dibuka judi bola guling.

Tiba-tiba, seorang pria bernama Ano datang lalu menghampiri Antonius untuk meminta uang sebesar Rp 750 ribu dengan alasan untuk jatah wartawan.

Karena tak digubris, Ano pun pergi. Tak lama kemudian, dia kembali lagi dan meminta uang dengan nominal yang sama. Namun, untuk jatah polisi. Hal itu Ano lakukan hingga malam kedua.

"Jadi, saya tanya, mana yang benar? Malam pertama kau bilang wartawan, sekarang bilang untuk polisi lagi. Makanya saya suruh dia pulang," ungkap Antonius.

Tak terima dengan hal itu, pada Selasa (25/3/2024) sekitar pukul 04.00 Wita, Ano bersama sekelompok pemuda mendatangi rumah Antonius. Mereka lalu mendobrak pintu rumahnya dan mendapatinya sedang tidur nyenyak.

Betapa kagetnya Antonius, melihat banyak pria masuk ke dalam rumahnya. Karena takut, dia berupaya melarikan diri. Tetapi, sekelompok pemuda itu langsung mengejar dan berhasil menangkap Antonius.

Mereka lalu beramai-ramai memukul, menginjak, dan menikamnya. Akibatnya, Antonius mengalami memar pada mata bagian kanan, biji matanya nyaris pecah dan luka tikam di bagian punggungnya hingga berlumuran darah.

"Saat itu mereka pukul sampai saya tidak bisa berdaya. Mau bangun untuk jalan saja tidak bisa," tutur Antonius.

Atas kejadian itu, Antonius bersama keluarganya membuat laporan ke Polres Belu. Namun, hingga saat ini para pelaku belum ditangkap. Sehingga, dia bersama istri, sejumlah keluarganya dan pendamping hukum, mendatangi Polda NTT untuk membuat laporan polisi tentang penganiayaan serta kode etik dan profesi.

"Ya karena memang, di sana para pelaku masih berkeliaran. Polisi juga tidak menangkap atau menindaklanjuti laporan dari saya. Makanya kami datang untuk buat laporan di sini saja," bebernya.

Pendamping hukum Antonius, Ferdy Maktaen, menjelaskan alasan dia bersama Antonius membuat laporan di Polda NTT, karena laporan yang di Polres Belu tidak ditindaklanjuti.

"Makanya kami memilih untuk lapor ke sini saja, karena kami yakin Polda NTT pasti tindaklanjuti," kata Ferdy.

Selain itu, kata Ferdy, hingga saat ini polisi belum melakukan pemeriksaan atau BAP terhadap Antonius. Padahal, dia sudah membuat laporan polisi sejak tanggal kejadian.

"Mungkin hanya sekedar interogasi tapi untuk BAP, sama sekali belum. Padahal korban ini betul-betul dianiaya di hadapan anggota Polres Belu," imbuhya.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Ariasandy mengaku laporan dari Antonius ke Polda NTT berhubungan dengan keterlibatan anggota Polres Belu. Sehingga laporannya masuk ke Bidpropam Polda NTT.

"Kami sudah terima laporannya, tentunya tim akan turun untuk mengecek informasi tersebut. Bila betul maka kami tindak tegas sesuai arahan Bapak Kapolda NTT," ungkap Ariasandy.

Untuk kejadian itu, Ariasandy melanjutkan, antara korban pelaku saling melaporkan mengenai penganiayaan.

"Karena terjadinya penganiayaan antara korban dan pelaku. Sehinga LP (laporan polisi) tentang penganiayaan itu di sana (Polres Belu)," tandasnya.





Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama