Inspiratif! Putra Asal kabupaten Belu NTT Torehkan Juara Dunia Pencak Silat

Inspiratif! Putra Asal kabupaten Belu NTT Torehkan Juara Dunia Pencak Silat

Efrem Tuke Eduk saat berada di atas podium sebagai Juara 1 World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi UEA. (Foto : Dok. Efrem Tuke)


Suara Numbei News - Berprestasi di usia remaja merupakan pencapaian luar biasa yang dapat menjadi bekal menentukan profesi di masa depan. Tidak sedikit putra-putri daerah NTT yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional bahkan internasional di bidang olahraga.

Siapa sangka, Efrem Tuke eduk, putra asal Wedomu, Kabupaten Belu, di usia sangat muda telah menjadi juara dunia. Efrem Tuke, berusia 19 tahun, mengungkapkan bagaimana terus berprogres dalam olahraga pencak silat hingga ke Uni Emirat Arab (UEA).

“Saya bergabung di olahraga pencak silat Perisai Diri (PD) di wilayah kami Wedomu, Tasifeto Timur, awalnya saya mendapat kesempatan ikut kejuaraan antarpencak silat di daerah dan langsung juara," katanya.

"Akhirnya beberapa kali diikutkan lagi ke tingkat provinsi dan puji Tuhan selalu juara 1,” ujar Efrem kepada rri.co.id baru-baru ini.

Dari semua kejuaraan yang diikuti, kata Efrem, banyak sekali pengalaman yang dipetik sebagai pelajaran dan evaluasi diri. Menjadi tantangan tersendiri berhadapan dengan atlet berprestasi berbagai daerah yang cukup tangguh dan tidak boleh dianggap remeh.

“Kunci keberhasilan menurut saya, tidak bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri, Saya selalu mengutamakan Tuhan dalam setiap momen," ujarnya.

Selain berdoa, dukungan dari keluarga, support dari pelatih dan teman-teman menjadi bekalnya meraih kemenangan. "Persiapkan diri dan lawan jangan dianggap remeh,” ujar Efrem. *** rri.co.id



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama