Namun,
keikutsertaan Persab Belu dana ETMC kali ini menghadapi kenyataan pahit. Pasalnya tidak mendapat
dukungan dari Pemerintah Kabupaten Belu sejak masa kepemimpinan Bupati Agus
Taolin dan Aloysius Haleseren.
Kapten tim Persab Belu, Armando
Leite mengatakan, tim ini tidak pernah mendapatkan dukungan dana dari
pemerintah daerah, memaksa Askab PSSI Belu dan para pecinta sepak bola setempat
untuk mencari dana sendiri.
Lebih lanjut dia
menyoroti minimnya perhatian dari Pemda Belu terhadap tim yang telah menjadi
simbol kebanggaan masyarakat perbatasan Belu.
“Untung ada Pak Ketua Askab, Pak Naries Nuwa,
Pak Febi Djuang, Pak Riki Mau Meta, dan semua orang yang selalu mendukung tim
Persab dengan caranya masing-masing,” ujar Armando, Selasa (11/3/2025).
Kondisi serua dialami
tim Persab Belu pada
turnamen ETMC Kabupaten Lembata dan Rote yang tidak mendapatkan dana dari
pemerintah daerah. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak, mengingat
Kabupaten lain di NTT tetap memberikan dukungan penuh bagi tim sepak bolanya.
Armando berharap,
dengan berakhirnya masa kepemimpinan Bupati Agus Taolin, para pecinta sepak
bola berharap Bupati Belu baru Willybrodus Lay dan Wabup Vicente Hornai bisa
mengubah kebijakan dan memberikan perhatian lebih kepada dunia olahraga.
“Jangan bawa sepak bola ke dalam politik seperti yang terjadi sebelumnya. Sepak bola adalah olahraga pemersatu,” tegas dia. *** katantt.com