![]() |
Bangunan Baru RSUPP Betun |
Hal itu disampaikan
Plt. Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie kepada media padda Rabu, 26
Maret 2026.
"Tantangan
terbesar dalam penataan rumah sakit adalah membangun budaya kerja yang disiplin
dan tepat waktu sesuai SOP. Setiap bagian memiliki pengaruh pada bagian
lainnya, sehingga disiplin kerja menjadi kunci keberhasilan pelayanan," ujar dr. Oktelin.
Menurut dr.
Oktelin, selain penataan SDM dan perbaikan fisik serta kebersihan rumah
sakit, aspek penting lain yang perlu ditekankan yaitu pembangunan budaya
kerja bagi seluruh SDM di RSUPP Betun.
"Hal ini bertujuan
agar setiap pegawai menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai standar mutu
kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan," jelasnya.
Untuk meningkatkan mutu
pelayanan, RSUPP Betun menerapkan prinsip 3S, yaitu Senyum, Sapa, dan Salam,
dalam menghadapi setiap pengunjung rumah sakit.
Selain itu, RSUPP Betun
telah mencapai akreditasi bintang lima, meskipun masih terdapat beberapa aspek
yang perlu dibenahi.
"Kami
mengapresiasi upaya dr. Valen bersama jajarannya yang telah mempertahankan
pelayanan bintang lima. Sertifikasi ini penting untuk standar mutu
pelayanan di rumah sakit," tambahnya.​
Perbaikan fisik dan
penambahan peralatan medis juga menjadi perhatian, namun dr. Oktelin menekankan
bahwa penataan budaya kerja merupakan prioritas utama dalam meningkatkan
kualitas pelayanan di RSUPP Betun. ***korantimor.com