Kepala Satuan Reserse
Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Belu,
Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rio Rinaldy Panggabean, mengonfirmasi kejadian
tersebut kepada Kompas.com pada Sabtu malam.
Ia menjelaskan,
peristiwa tragis ini terjadi setelah keluarga dan warga baru saja pulang dari
Rumah Sakit Marianus Halilulik, di mana adik perempuan FB meninggal dunia
karena sakit pada pagi hari yang sama.
"Dia ditemukan
tewas gantung diri di pohon kemiri, tadi
siang sekitar pukul 13.30 Wita," ujar Rio.
Setelah tiba di rumah,
sebagian anggota keluarga membawa mayat adik FB ke dalam rumah duka untuk
disemayamkan.
Mereka mendekati pohon
tersebut dan menemukan FB dalam posisi gantung diri menggunakan tali.
Keluarga dan masyarakat
setempat segera membuka tali yang mengikat FB dan membawanya kembali ke Rumah
Sakit Marianus Halilulik untuk mendapatkan pertolongan.
Namun FB telah
dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
Setelah menerima
laporan dari warga dan keluarga, pihak kepolisian melakukan olah tempat
kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan luar
dan visum dokter menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh FB.
"Untuk motif gantung diri,
belum bisa dipastikan. Tapi adik kandung yang bersangkutan barusan meninggal
pada hari yang sama tadi pagi," ujar Rio.
Meski demikian, pihak
keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah bunuh diri dan tidak
mempersoalkannya lebih lanjut.
Kontak bantuan Bunuh
diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang
membantu.
Jika Anda memiliki
permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda
tidak sendiri.
Layanan konseling bisa
menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan
layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan
konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Artikel ini telah
tayang di Kompas.com