banner Anggaran Daerah Tertekan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Wacanakan Perumahan 9.000 PPPK

Anggaran Daerah Tertekan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Wacanakan Perumahan 9.000 PPPK

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena


Suara Numbei News - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan sebanyak 9.000 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dirumahkan. Tindakan tersebut dampak dari adanya kebijakan rasionalisasi belanja pegawai sebagai langkah penyesuaian terhadap keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT.

Melki menjelaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD), memerintahkan belanja pegawai APBD dibatasi maksimal 30 persen di tahun 2027.

"Tahun depan (2027) undang-undang ini akan di berlakukan batas maksimal belanja pegawai 30 persen. Indikasinya Pemprov NTT akan mengurangi porsi belanja pegawai 540 Miliar tahun depan," ujar Gubernur Melki.

Ia mengatakan, kondisi APBD NTT terbatas, terutama akibat turunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah, membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dan berdampak pada ribuan PPPK.

“Suka atau tidak akan kondisi APBD yang terbatas, dari jumlah 12 ribu pegawai PPPK, Pemprov NTT akan lakukan rasionalisasi terhadap Pegawai PPPK menjadi 9.000 Pegawai akan dirumahkan," tegasnya.

Alasan Tingkatkan Produktivitas

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas daerah agar alokasi pembangunan tidak minim akibat beban rutin pegawai. "Apabila pemerintah pusat tetap tidak ubah aturan tersebut, mau tidak mau 9.000 PPPK akan dirumahkan," tandas Melki.

Ia menambahkan, aturan ini tetap diberlakukan tahun depan dan hal tersebut dapat memicu gejolak di republik ini.

"Kami berharap aturan ini bisa berubah sesuai dengan situasi politik," harapnya. ***liputan6.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama