Guru sukarela SD Nekto
Kelas Jauh Ninma, Maria Goreti Ulu, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui
pada Jumat (6/2/2026).
Ia menyebut kondisi
bangunan sekolah itu sudah memprihatinkan dan berlangsung lebih dari lima tahun
tanpa perbaikan berarti.
“Bangunan ini sudah
tidak layak pakai, bahkan nyaris roboh. Lantainya masih tanah, atap bocor, tapi
demi anak-anak kami tetap mengajar,” ujar Maria.
Sekolah yang merupakan
kelas jauh dari SDI Ninma itu hanya berdinding bilah bambu yang telah lapuk,
beratap daun gewang yang sebagian besar berlubang, serta ditopang tiang kayu
yang tampak rapuh dan miring.
Lantai kelas masih
berupa tanah berabu tanpa lapisan semen, sehingga semakin berisiko saat hujan
dan angin kencang.
Saat ini, SD Nekto
Kelas Jauh Ninma menampung 16 siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 7 siswa
perempuan, dengan hanya satu tenaga pendidik sukarela.
Maria mengatakan, saat
hujan deras kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke rumah pribadinya.
“Kalau hujan besar,
kami belajar di rumah saya supaya anak-anak tidak kehujanan dan buku-buku tidak
rusak,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan
bahwa kondisi sekolah tersebut sebenarnya sudah pernah disurvei oleh pihak
sekolah induk. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut pembangunan karena
masih terkendala proses administrasi dan pengajuan proposal.
“Kami sudah diminta
buat proposal, tapi sampai sekarang masih menunggu. Belum ada kepastian,”
katanya.
Hasil investigasi
lapangan menunjukkan atap gewang berlubang di banyak bagian, dinding bambu
tidak lagi kokoh, serta struktur kayu bangunan yang semakin rapuh.
Kondisi ini tidak hanya
menghambat proses pembelajaran, tetapi juga mengancam keselamatan siswa dan
guru setiap hari.
“Kami hanya ingin ruang
kelas yang aman dan layak. Anak-anak di sini juga berhak mendapatkan pendidikan yang
sama seperti anak-anak di kota,” harap Maria.
Kondisi SD Nekto Kelas
Jauh Ninma menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan pendidikan di wilayah
pedalaman Kabupaten Malaka, di tengah berbagai program peningkatan
mutu pendidikan nasional yang terus digulirkan pemerintah.*** korantimor.com
