Dua tahun lalu, pada hari seperti ini, dunia
menerima kehadiranmu dengan cara yang paling jujur: tangisan. Banyak orang
mengira tangisan adalah tanda kelemahan, tetapi hari itu kami tahu, tangisan
adalah tanda keberanian pertama. Engkau berani meninggalkan sunyi yang abadi di
rahim ibumu untuk memasuki dunia yang tidak selalu ramah. Tangisanmu adalah
pernyataan filosofis paling awal bahwa hidup adalah perjuangan—dan engkau
memilih untuk menjalaninya.
Sejak saat itu, waktu tidak lagi berjalan seperti
biasanya. Ia tidak lagi sekadar angka di kalender, tetapi berubah menjadi
kenangan yang tumbuh: senyum pertamamu, langkah goyah pertamamu, kata-kata yang
belum sempurna tetapi penuh makna, dan tawamu—oh, tawamu—yang sering kali
menjadi obat paling ampuh bagi lelah yang tidak bisa dijelaskan.
Felin, dalam usiamu yang baru dua tahun, engkau
mungkin belum memahami dunia. Tetapi justru di situlah letak keindahanmu.
Engkau melihat tanpa curiga. Engkau percaya tanpa syarat. Engkau mencintai
tanpa perhitungan. Engkau marah, lalu memaafkan dalam hitungan menit. Engkau
jatuh, lalu berdiri lagi, seakan hidup memang diciptakan untuk dicoba
berulang-ulang.
Dari situ kami belajar sesuatu yang sering dilupakan
orang dewasa: bahwa hidup tidak pernah benar-benar tentang tidak jatuh, tetapi
tentang selalu bersedia bangkit.
Engkau adalah cermin yang jujur. Melalui matamu,
kami melihat betapa dunia sebenarnya sederhana, tetapi sering dipersulit oleh
pikiran kami sendiri. Engkau bahagia hanya karena balon, karena pelukan, karena
tepuk tangan kecil. Engkau tidak meminta dunia—engkau hanya meminta kehadiran.
Dan di situlah engkau diam-diam mengajarkan filsafat
kehidupan yang paling dalam: bahwa makna tidak lahir dari memiliki, tetapi dari
mengalami.
Felin, kehadiranmu juga mengubah cara kami memahami
waktu. Dulu, kami ingin waktu berjalan cepat agar kami segera sampai pada
mimpi-mimpi kami. Tetapi sejak engkau ada, kami justru berharap waktu berjalan
lebih lambat—agar kami bisa lebih lama melihatmu tertidur di bahu, lebih lama
menggenggam tangan kecilmu, lebih lama mendengar suaramu memanggil dengan
polos.
Sebab kami mulai sadar, waktu bukan sesuatu yang
bisa disimpan. Ia hanya bisa dirayakan—dan engkau adalah salah satu perayaan
terindah yang pernah dititipkan kepada kami.
Engkau mungkin tidak akan mengingat hari ini. Engkau
mungkin tidak akan mengingat kue, lilin, atau lagu yang dinyanyikan. Tetapi
kami akan mengingatnya. Kami akan mengingat bagaimana engkau tertawa tanpa
beban, bagaimana engkau bertepuk tangan untuk dirimu sendiri, bagaimana engkau
hidup sepenuhnya di saat ini—sesuatu yang sering gagal dilakukan oleh orang
dewasa.
Felin, suatu hari nanti engkau akan bertumbuh. Dunia
akan memperkenalkanmu pada banyak hal: keberhasilan dan kegagalan, pertemuan
dan perpisahan, cinta dan kehilangan. Akan ada hari ketika engkau merasa kuat,
dan akan ada hari ketika engkau merasa rapuh.
Tetapi kami berharap, jauh di dalam dirimu, engkau
tetap menyimpan sesuatu dari dirimu yang sekarang: keberanian untuk mencoba,
ketulusan untuk mencintai, dan kemampuan untuk tertawa bahkan pada hal-hal
kecil.
Jangan terlalu terburu-buru menjadi besar, Felin.
Sebab menjadi besar sering kali membuat manusia lupa
bagaimana menjadi utuh.
Jika suatu hari engkau merasa dunia terlalu bising,
ingatlah bahwa engkau pernah menjadi anak kecil yang bahagia hanya dengan
dipeluk.
Jika suatu hari engkau merasa sendirian, ingatlah
bahwa bahkan sebelum engkau mengenal dunia, engkau sudah dicintai.
Jika suatu hari engkau ragu pada dirimu sendiri, ingatlah bahwa langkah pertamamu dulu pun goyah—tetapi engkau tetap berjalan.
Hari ini, di ulang tahunmu yang kedua, kami tidak
hanya merayakan bertambahnya usiamu. Kami merayakan makna yang engkau bawa.
Kami merayakan harapan yang engkau hidupkan. Kami merayakan cinta yang engkau
ajarkan—cinta yang tidak membutuhkan alasan untuk ada.
Terima kasih, Felin, karena telah hadir.
Terima kasih karena telah mengubah rumah menjadi
lebih hidup, hari-hari menjadi lebih berarti, dan hati kami menjadi lebih luas.
Selamat ulang tahun yang kedua, Felin kecil.
Bertumbuhlah dengan bebas, tetapi jangan kehilangan
arah.
Bermimpilah setinggi langit, tetapi tetaplah membumi.
Jadilah terang, tetapi jangan lupa menjadi hangat.
Sebab pada akhirnya, mungkin kita tidak akan diingat
karena seberapa hebat kita, tetapi karena seberapa tulus kita mencintai.
Dan hari ini, kami mencintaimu—dengan cara yang
tidak bisa diukur oleh waktu.
Selamat ulang tahun, Felin. 🌿

