![]() |
| Kondisi jalan kabupaten di Raikuak Wain, Desa Nanaet, Kabupaten Belu, tertutup longsor dan retakan tanah sehingga melumpuhkan akses Tasifeto Barat-Nanaet Duabesi, Rabu (04/03/2026). (Foto: HH/BT.com) |
Material longsor yang menutup badan jalan membuat
kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan berat roda enam sama sekali
tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Jalan yang terdampak merupakan jalan kabupaten yang
memiliki peran vital sebagai penghubung antara Kecamatan Tasifeto Barat dan
Kecamatan Nanaet Duabesi.
Jalur ini juga menjadi akses utama masyarakat
pedesaan menuju pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi badan jalan
mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor disertai retakan tanah yang
cukup lebar.
Akibatnya mobilitas warga, distribusi logistik,
serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut sementara waktu
terhambat.
Bagi masyarakat yang hendak bepergian, khususnya
warga Desa Fohoeka, Desa Nanaenoe, serta sebagian warga Desa Nanaet, disarankan
menggunakan jalur alternatif.
Warga dapat memanfaatkan akses Jalan Sabuk Merah
yang menghubungkan lintas Laktutus–Lookeu hingga Fatubenao sebagai jalur
sementara untuk menuju pusat kota maupun wilayah lainnya.
Meski kerusakan infrastruktur jalan tergolong berat,
hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil
berupa bangunan warga akibat kejadian tersebut.
Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan
terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca serta struktur tanah
di lokasi kejadian masih tergolong labil.(PETRA)* batastimor.com
