![]() |
| Burung-burung terbang saat asap mengepul setelah ledakan, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran, di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS |
Dikutip dari AlJazeera, hingga kini pemerintah Iran
belum memberikan keterangan resmi soal objek spesifik yang dihantam dalam
ledakan tersebut.
Di saat yang sama, posisi IRGC disebut mengalami
pukulan telak setelah rangkaian serangan menargetkan struktur komando mereka.
Serangan-serangan sebelumnya dilaporkan menyasar
panglima tertinggi IRGC serta lebih dari 10 pejabat militer senior lainnya, tak
lama setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran,
diumumkan. Situasi ini membuat tekanan terhadap IRGC kian besar.
“Itu bukan apa-apa selain pukulan yang sangat,
sangat besar,” demikian bunyi laporan tersebut, dilansir AlJazeera.
Meski begitu, perkembangan di lapangan menunjukkan
bahwa bukan hanya petinggi militer yang menjadi sasaran. Sejumlah markas dan
pusat yang terafiliasi dengan IRGC di berbagai wilayah Teheran dan kota lain
juga dilaporkan ikut diserang.
![]() |
| Warga melihat bangunan yang hancur di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS |
Sejak Sabtu (28/2) dini hari ketika gelombang serangan
dimulai, IRGC terus merilis pernyataan yang memaparkan perkembangan terbaru.
Mereka juga mengonfirmasi apa yang disebut sebagai serangan balasan yang masih
berlangsung.
Pada Senin (2/3) malam, IRGC menyebut telah
menargetkan pangkalan militer di Kuwait serta lokasi berkumpulnya pasukan
militer Amerika Serikat di Dubai.
“Serangan balasan masih terus berlanjut malam tadi,”
demikian isi pernyataan mereka.
Namun di tengah eskalasi ini, dampak konflik disebut
tak hanya menghantam markas militer dan pusat politik. Warga sipil juga
dilaporkan ikut terdampak, memperlihatkan bahwa krisis yang berkembang kini
menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

