banner Di Balik Layar yang Sempat Terdiam: Catatan dari Gladi TKA di SD Katolik Naibone Tahun 2026

Di Balik Layar yang Sempat Terdiam: Catatan dari Gladi TKA di SD Katolik Naibone Tahun 2026

Suasana kegiatan Gladi TKA SD Katolik Naibone pada Kamis, 12 Maret 2026


Suara Numbei News - Di bagian selatan Pulau Timor, di sebuah desa yang tenang bernama Naibone, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, pendidikan berjalan dalam ritme yang sederhana namun penuh makna. Di sanalah berdiri SD Katolik Naibone, sebuah sekolah dasar yang menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak desa yang memikul harapan masa depan dari keluarga dan tanah kelahirannya.

Pada Rabu, 11 Maret hingga Kamis, 12 Maret 2026, sekolah kecil ini melaksanakan kegiatan Gladi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang meliputi mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, sekaligus pelaksanaan Survei Karakter serta Survei Lingkungan Belajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistem pendidikan nasional untuk mempersiapkan siswa menghadapi model evaluasi yang semakin menekankan pada penguasaan kompetensi sekaligus pembentukan karakter.

Di ruang kelas yang tidak terlalu luas, para siswa duduk dengan penuh kesungguhan di depan perangkat komputer yang disiapkan oleh sekolah. Bagi sebagian anak, pengalaman ini bukan sekadar mengerjakan soal, tetapi juga perjumpaan dengan dunia teknologi yang perlahan masuk ke ruang belajar mereka. Layar komputer menjadi tempat mereka berhadapan dengan angka-angka matematika yang menuntut logika, serta teks-teks bahasa yang menguji pemahaman dan daya pikir mereka.

Pada saat yang sama, Survei Karakter menjadi ruang refleksi kecil bagi siswa tentang nilai-nilai yang mereka pelajari setiap hari: kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap hormat terhadap sesama. Sementara itu, Survei Lingkungan Belajar mencoba merekam bagaimana kondisi sekolah, relasi antara guru dan siswa, serta iklim pendidikan yang terbentuk di dalam ruang kelas. Dua survei ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka dan nilai, tetapi juga tentang manusia dan nilai-nilai yang membentuknya.

Selama dua hari pelaksanaan gladi tersebut, suasana sekolah dipenuhi dengan semangat yang tenang. Para guru mendampingi dengan penuh perhatian, proktor memastikan sistem berjalan sesuai prosedur, sementara siswa berusaha menjawab setiap soal dengan kemampuan terbaik mereka. Di tengah kesederhanaan fasilitas yang dimiliki sekolah, terlihat jelas bahwa dedikasi para guru dan kesungguhan siswa menjadi kekuatan utama yang menjaga kualitas proses belajar.

Namun sebagaimana sering terjadi dalam sistem berbasis teknologi, tantangan tidak sepenuhnya dapat dihindari. Pada beberapa saat selama pelaksanaan gladi, terjadi gangguan pada server yang menyebabkan proses pengerjaan soal sempat terhenti. Layar komputer yang sebelumnya menampilkan soal tiba-tiba menjadi diam, seolah sistem sedang mengambil jeda di tengah perjalanan panjang jaringan digital yang menghubungkan sekolah kecil di desa dengan pusat sistem di tempat yang jauh.

Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran kecil. Akan tetapi, para guru dan proktor tetap menunjukkan sikap tenang dan profesional. Siswa pun menunggu dengan sabar, tanpa kegaduhan, menunjukkan kedisiplinan yang tumbuh dari budaya sekolah yang baik. Setelah beberapa saat, sistem kembali normal dan kegiatan dapat dilanjutkan hingga selesai.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Gladi TKA di SD Katolik Naibone berlangsung aman dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, hingga pelaksanaan Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar dapat diselesaikan dengan baik. Bagi sekolah ini, gladi tersebut bukan sekadar simulasi teknis, melainkan juga pengalaman belajar kolektif tentang bagaimana menghadapi perubahan dalam sistem pendidikan yang semakin digital.

Di balik keberhasilan itu, ada pula pelajaran penting yang patut menjadi perhatian bersama. Sekolah-sekolah di daerah seperti Naibone tidak hanya berjuang mendidik siswa, tetapi juga harus beradaptasi dengan keterbatasan infrastruktur teknologi yang masih belum sepenuhnya merata. Gangguan server yang terjadi selama gladi menjadi pengingat kecil bahwa transformasi digital dalam pendidikan memerlukan kesiapan sistem yang benar-benar kuat dan merata.

Bagi siswa di desa, soal matematika mungkin dapat diselesaikan dengan logika. Teks bahasa Indonesia dapat dipahami dengan latihan membaca. Namun ketika jaringan atau server bermasalah, persoalan itu tidak berada dalam jangkauan kemampuan mereka untuk menyelesaikannya.



Catatan kritis bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia

Pengalaman pelaksanaan gladi TKA di SD Katolik Naibone memberi gambaran bahwa semangat sekolah-sekolah di daerah untuk mengikuti kebijakan nasional sangatlah besar. Guru-guru dengan segala keterbatasan tetap berusaha menjalankan sistem yang ditetapkan, sementara siswa berusaha belajar dan beradaptasi dengan teknologi yang mungkin belum sepenuhnya akrab bagi mereka.

Namun semangat tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sistem yang lebih kuat dari sisi pemerintah pusat. Digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan kebijakan dan platform, tetapi juga harus disertai dengan infrastruktur server yang stabil, dukungan jaringan yang merata, serta sistem yang benar-benar mampu melayani sekolah-sekolah dari kota hingga pelosok.

Jika tidak, maka ada risiko bahwa transformasi pendidikan digital justru menghadirkan kesenjangan baru antara sekolah yang memiliki akses teknologi yang kuat dan sekolah yang masih berjuang dengan keterbatasan jaringan.

Sekolah kecil seperti SD Katolik Naibone telah menunjukkan keseriusannya untuk mengikuti arah perubahan pendidikan nasional. Kini harapan sederhana mereka tertuju pada negara: agar sistem yang dibangun benar-benar mampu menjangkau seluruh ruang kelas di Indonesia, termasuk ruang kelas kecil di desa yang tetap setia menyalakan harapan bagi masa depan bangsa.

Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan nasional tidak hanya diukur dari kebijakan yang dirumuskan di pusat, tetapi juga dari seberapa baik kebijakan itu dapat bekerja di sekolah-sekolah sederhana yang berada jauh di pinggiran negeri. Di tempat-tempat seperti Naibone itulah, masa depan Indonesia sebenarnya sedang dipersiapkan dengan sunyi, sabar, dan penuh harapan.



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama