![]() |
ILUSTRASI - Tewas. Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lembata berinisial YLG (19) ditemukan tewas di pohon asam, Selasa (3/3/2026) pukul 16.52 Wita. Ia ditemukan tewas di Lusikawak, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata. |
Ia ditemukan tewas di Lusikawak, Kelurahan Lewoleba
Barat, Kabupaten Lembata.
Warga melaporkan kejadian itu ke piket SPKT Polres Lembata.
Kasubsi Penmas Humas Polres Lembata, IPTU Ona
Pattipeilohy, menjelaskan menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh piket
fungsi bersama Tim Identifikasi segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP)
untuk melakukan olah TKP.
Sempat Panggil
"Identitas korban yaitu YLG (19) alamat
Imulolong RT/RW 02/02, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara
Timur,"ujar Iptu Ona kepada TRIBUNFLORES.COM Rabu (4/3/2026).
Ia menerangkan menurut keterangan saksi I (EBL)
merupakan pemilik kos tempat korban tinggal, pada hari Selasa, tanggal 03 Maret
2026, sekitar pukul 12.30 WITA sampai dengan 13.00 WITA, saksi sedang menanam
bunga di halaman kos.
"Pada saat itu, korban keluar dari dalam kamar
kos dan berpamitan kepada saksi dengan mengucapkan, “Abang jalan dulu,”ujarnya.
Kata dia, saksi melihat korban mengenakan baju kaos
warna putih dan celana sekolah, serta menenteng sepatu sekolah.
Selanjutnya, korban keluar menggunakan sepeda motor
Honda Beat yang diparkir di depan kos dan menuju ke arah atas (SMA 2).
Ia mengatakan sekitar pukul 16.50 WITA, saksi
mendengar suara tangisan dari arah depan rumah.
Saksi segera berjalan ke arah depan rumah dan
melihat bapak kandung korban membawa korban masuk ke dalam kos dalam keadaan
sudah tidak bernyawa.
Ia mengaku berdasarkan informasi yang saksi dengar
dari warga sekitar, korban diduga gantung diri di pohon asam.
Ia mengatakan menurut saksi lainnya (IPB) pada hari
Selasa, tanggal 3 Maret 2026, sekitar pukul 16.30 WITA, saksi melihat adanya
kerumunan orang. Kemudian saksi pergi menuju lokasi di sekitar pohon asam.
Sesampainya di lokasi, saksi melihat beberapa anak
sekolah (teman korban) sedang mengelilingi korban, sedangkan ayah korban sedang
memeluk korban.
Saksi juga menjelaskan pada saat saksi tiba di
Tempat Kejadian Perkara (TKP), tali sudah dalam keadaan terlepas dan korban
sudah diturunkan serta berada dalam posisi terbaring di atas tanah.
Sementara itu, Kanit Pidum Reskrim, Ipda Willy
Lamapaha mengatakan sampai saat ini, orang tua atau bapak korban belum bersedia
memberikan keterangan karena masih dalam proses mengurus pemakaman jenazah
anaknya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,"ujarnya. (kgg).
