![]() |
| Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden Donald J. Trump di Knesset, Yerusalem, Senin (13/10/2025). Foto: Saul Loeb/Pool via REUTERS |
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat meninjau
kerusakan di Kota Arad, yang terkena serangan pada Sabtu (21/3). Ia menegaskan
tidak hanya akan menyasar fasilitas militer, tetapi juga para pemimpin IRGC.
"Kami mengejar rezim. Kami mengejar IRGC, geng
kriminal ini," kata Netanyahu, dilansir AFP, Senin (23/3).
"Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para
pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar
mereka secara pribadi," lanjutnya.
![]() |
| Tampak udara memperlihatkan kerusakan di kawasan permukiman setelah serangan rudal Iran menghantam Dimona, wilayah selatan Israel, pada (22/3). Foto: Roei Kastro/REUTERS |
Selain Arad, kota lain yang turut diserang adalah
Dimona, wilayah yang diyakini menjadi lokasi fasilitas nuklir Israel yang tidak
diumumkan secara resmi. Kota yang berada di Gurun Negev itu dilaporkan
mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan langsung rudal.
Netanyahu juga mengunjungi Dimona. Dalam kesempatan
itu, ia mengingatkan warga untuk selalu mematuhi instruksi militer, khususnya
saat sirene peringatan serangan berbunyi.
"Seluruh negara adalah garis depan, seluruh
wilayah dalam negeri adalah garis depan. Dan ketika kita berada di garis depan,
kita harus menjalankan perintah ini," ujarnya.
"Jadi mohon lakukan ini, dan ini adalah
perintah," lanjut dia. *** kumparan.com

