banner Tangisan yang Mengalahkan Dendam: Pelda Christian Namo Bacakan Surat Maaf untuk 22 Terdakwa

Tangisan yang Mengalahkan Dendam: Pelda Christian Namo Bacakan Surat Maaf untuk 22 Terdakwa

Suasana di ruang sidang utama Dilmil III-15 Kupang, saat Pelda Christian Namo membacakan surat pengampunan kepada 22 terdakwa. 



Suara Numbei NewsSuasana haru menyelimuti ruang sidang utama di Pengadilan Militer III-15 Kupang ketika Christian Namo membacakan sebuah surat yang berisi pengampunan kepada 22 terdakwa yang diduga menganiaya anaknya hingga meninggal dunia.

Pelda Christian Namo membacakan surat tersebut dalam sidang lanjutan tingkat banding terhadap 22 terdakwa yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Lucky C.H. Namo.

Dalam persidangan itu, Pelda Christian Namo hadir bersama istrinya, Sepriana Paulina Mirpey

Di hadapan majelis hakim, ayah almarhum Prada Lucky tersebut diberikan kesempatan oleh hakim untuk membacakan surat tersebut.

Surat tersebut, disimpan disaku celana dinas yang dipakainya.

Saat membacakan surat tersebut, ia tampak tak kuasa menahan tangis.

Berikut bunyi surat yang dibacakan Pelda Christian Namo:

"Dilmil III-15 Kupang, Hidup adalah anugerah perbuatlah sesuatu sesuai fungsinya sebelum waktu itu berlalu dari kehidupan kita. Rela untuk mengalah, rendah hati dan tulus mengasihi serta rela memaafkan lebih muda diucapkan daripada dipraktekan.

Mungkin sikap inilah yang terbaik yang harus kuambil, atas segala kejadian yang telah terjadi, didalam kehidupan ku pribadi dan telah menjalani sampai detik ini.

Biarlah apa yang telah berlalu menjadi sesuatu pembelajaran dan titik terendah didalam sendih kehidupanku.

Aku percaya bahwa semua itu adalah ujian buat ku, untuk lebih tenang dan kuat kedepannya. Karena setiap peristiwa kematian, bentangan atau pun keputusasaan merupakan hal yang membuat letak baik fisik maupun mental.

Dalam situasi ini kita berharap agar semua segera berlalu dan kondisi menjadi jauh lebih baik serta kehidupan kembali berjalan normal setelah masa suram ini. Sebab, aku yakin untuk kedepannya rencana Tuhan lebih indah dibalik semua apa yang telah terjadi, Tuhan Yesus maha pemaaf, begitu pula kita selayaknya sebagai manusia. 

Mohon doanya untuk almarhum terkasih, Prada Lucky serta orang tua dan saudara-saudara kita yang telah mendahului ke hadapan Bapak Surgawi, Tuhan Yang Maha Kuasa agar jiwanya tenang disana, karena hidup dan mati adalah kepunyaan-Nya," ungkapnya dengan suara keras di hadapan majelis hakim sambil menangis. (rey) *** poskupang.com



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama