Di tengah prosesi sempat terjadi keributan di antara sejumlah umat.
Sekretaris Uskup Maumere, Romo Yakobus Donisius
Migo, Sabtu (25/4/2026), mengatakan insiden terjadi setelah korban
menyelesaikan rangkaian misa pemakaman di rumah duka dan prosesi pengantaran
jenazah ke makam.
Menurutnya, selama misa berlangsung korban sempat
mengingatkan umat agar mengikuti perayaan secara khusyuk. Namun, di tengah
prosesi sempat terjadi keributan di antara sejumlah umat.
Situasi berlanjut hingga di area pemakaman. Saat
upacara penguburan masih berlangsung, sebagian umat disebut meminta agar
penutupan makam dipercepat, sementara ritus keagamaan belum selesai.
Karena merasa prosesi tidak dihormati, korban
kemudian menyerahkan mikrofon kepada umat dan meninggalkan lokasi setelah
menanggalkan atribut liturgi.
Saat hendak mengambil sepeda motor untuk pulang,
korban diduga dihadang dan diserang oleh tiga orang.
“Korban
menyampaikan bahwa ada dua orang menyerang dari depan dan satu dari belakang.
Serangan dari belakang tidak sempat diketahui, namun hasil visum menunjukkan
adanya memar di bagian punggung dan tengkuk,” kata Romo Donisius.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dokter,
korban mengalami memar dan kemerahan akibat benturan keras.
Sejumlah umat yang berada di lokasi kemudian melerai
dan membawa korban ke rumah warga terdekat untuk diamankan.
“Awalnya umat mengira ketiga orang itu ingin
mengajak romo kembali, namun ternyata terjadi penyerangan,” ujarnya.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno melalui Kasi
Humas Polres Sikka AIPDA Leonardus Tunga membenarkan adanya laporan dugaan
penganiayaan tersebut.
“Korban telah membuat laporan polisi pada Kamis
(23/4/2026) sekitar pukul 12.30 WITA di SPKT Polres Sikka,” katanya.
Ia menjelaskan, terlapor dalam laporan tersebut
berinisial Y.A. Saat ini penyidik Satreskrim Polres Sikka masih memeriksa
korban, saksi-saksi, dan terlapor untuk mengungkap keterlibatan pihak lain
serta motif kejadian.
Polisi mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan
menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Hingga Sabtu (25/4/2026), penyelidikan
kasus tersebut masih berlangsung.»(rel)
