Disampaikan Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang,
otoritas Malaysia berhasil menemukan seluruh WNI korban insiden tersebut, yang
terdiri dari 23 korban selamat dan 18 meninggal dunia.
“KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan
otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan terhadap
para korban selamat,” ucap Yvonne merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis
di Jakarta, Senin.
Dengan Kemlu RI dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau
perkembangan penanganan korban kecelakaan tersebut, dipastikan bahwa fasilitasi
kekonsuleran juga diberikan bagi para WNI terdampak serta keluarganya yang
memerlukan, kata dia, menambahkan.
Dari penelusuran dan verifikasi data yang diperoleh,
23 WNI yang selamat tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh,
Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara
Ia menyampaikan bahwa menurut informasi dari
otoritas SAR Malaysia, operasi pencarian resmi dihentikan pada Sabtu (16/5)
setelah tidak ada lagi korban yang ditemukan seusai enam hari pelaksanaan
operasi.
Adapun operasi pencarian sebelumnya diperluas hingga
area 244,76 mil laut dengan dukungan unsur laut, udara, dan darat, kata dia.
Yvonne menjelaskan bahwa informasi awal dari
otoritas Malaysia, berdasarkan testimoni awak kapal yang selamat, menyebut ada
37 penumpang WNI, dengan 14 orang hilang.
Tetapi, dalam proses pencarian, otoritas SAR
Malaysia menemukan tambahan korban, sehingga total korban yang ditemukan
mencapai 39 orang, ucap Jubir Kemlu RI itu.
“Kemlu RI menyampaikan apresiasi kepada otoritas SAR
dan kepolisian maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan para korban
dalam kejadian tersebut,” demikian Yvonne.
Adapun dalam pernyataan yang dikutip Ahad, Badan
Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak mengkonfirmasi seluruh 39 WNI
yang menjadi korban insiden kapal tenggelam di Perak berhasil ditemukan.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim
Mohd Shukri Khotob mengatakan, seluruh jenazah WNI korban kapal tenggelam yang
ditemukan telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebelum dibawa ke rumah
sakit untuk proses identifikasi dan penyelidikan.
Pihak Malaysia menduga para WNI tersebut merupakan
pendatang asing tanpa izin. *** antaranews.com
