![]() |
| Aparat Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) menjejerkan WNI yang selamat dari insiden kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, Senin (11/5/2026). (Sumber: MMEA via AP) |
Penemuan jenazah pada Jumat (15/5/2026) ini membuat
korban hilang tersisa tiga orang.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak
menyatakan jenazah ditemukan oleh kapal Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RNM)
sekitar pukul 09.27 waktu setempat. Korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan
sekitar 5,6 mil laut dari lokasi kecelakaan perahu.
"Jenazah ditemukan oleh aset RMN (FCB 1001) dan
langsung dibawa ke pangkalan Polis Marin Kampung Acheh pada 10.20 pagi,"
demikian pernyataan MMEA Perak, Jumat, dikutip Bernama.
Otoritas Malaysia melanjutkan operasi pencarian
korban perahu tenggelam pada Jumat mulai puku; 07.00 waktu setempat. Pencarian
dilakukan dengan radius 215,14 mil laut persegi dari lokasi kecelakaan perahu.
MMEA Perak melaporkan operasi SAR melibatkan tujuh
kapal dari lintas institusi, yakni MMEA, Pasukan Polis Marin Malaysia (PPM),
dan Angkatan Laut.
Sebelumnya, tim SAR telah menemukan 10 jenazah.
Operasi SAR selanjutnya difokuskan untuk mencari tiga korban yang masih hilang.
Perahu yang dilaporkan mengangkut 37 WNI tenggelam
di dekat Pulau Pangkor pada Senin lalu. Sebanyak 23 korban selamat, dan kini
ditahan atas dugaan pelanggaran aturan keimigrasian Malaysia.
Para WNI tersebut dilaporkan menyeberang ke Malaysia
secara ilegal untuk menjadi pekerja migran. Mereka dilaporkan berangkat dari
Kisaran, Sumatera Utara pada 9 Mei 2026. *** kompastv
