![]() |
| Berikut Isi Lengkap Surat Terbuka Mario Pranda ke Uskup Labuan Bajo Soal Mutasi Pegawai di Manggarai Barat yang Dinilai Hancurkan Keutuhan Keluarga Layanan pendampingan warga |
Dalam suratnya, Mario mengungkapkan kegelisahan
terhadap kondisi sosial masyarakat yang menurutnya tampak tenang di permukaan,
namun menyimpan banyak persoalan di baliknya. Ia menilai sejumlah keluarga
mengalami tekanan akibat kebijakan administratif yang menyebabkan suami dan
istri harus hidup terpisah karena penempatan kerja yang berjauhan.
Mario menyebut situasi tersebut telah memunculkan
“jeritan dan air mata tersembunyi” dari keluarga-keluarga yang terdampak.
Menurutnya, kebijakan mutasi pegawai tidak hanya menyangkut urusan birokrasi,
tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan, psikologis, dan keutuhan rumah tangga.
Melalui surat terbuka itu, Mario memohon agar Gereja
Katolik melalui Uskup Labuan Bajo turut mengambil sikap atas persoalan tersebut.
Ia berharap Gereja hadir sebagai suara moral yang memperjuangkan keadilan
sosial dan menjaga nilai-nilai luhur keluarga.
“Gereja selaku tiang kebenaran dan keadilan
diharapkan dapat merespons proses mutasi pegawai yang terjadi dalam satu
setengah tahun terakhir ini,” tulis Mario dalam suratnya.
Ia juga menilai bahwa pelaksanaan mutasi pegawai di
Manggarai Barat bertentangan dengan nilai kesucian dan persatuan keluarga yang
dijunjung tinggi dalam ajaran Gereja Katolik. Karena itu, ia meminta agar persoalan
tersebut mendapat perhatian serius demi menjaga keharmonisan rumah tangga para
ASN dan keluarganya.
Surat terbuka tersebut kemudian ramai
diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari
masyarakat. Sebagian warga menilai isu yang disampaikan Mario menyentuh
realitas sosial yang sedang dirasakan sejumlah keluarga di Manggarai Barat.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari
pihak terkait mengenai isi surat terbuka tersebut. Namun, polemik mengenai
mutasi pegawai di Manggarai Barat terus menjadi perhatian publik, terutama
terkait dampaknya terhadap kehidupan keluarga dan stabilitas sosial masyarakat.
