Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/6) dini
hari WITA, usai acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika
Chandra, menjelaskan, acara pelantikan Bripda JGR awalnya berlangsung aman dan
tertib. Namun, setelah kegiatan selesai, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang
memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir.
Akibat insiden tersebut, tiga personel Brimob
terluka, yakni Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK. Ketiganya saat ini
menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Menyikapi kejadian itu, pimpinan kedua institusi
langsung bergerak cepat. "Kepolisian dan TNI AD turun tangan menangani
kasus penusukan tersebut," kata Henry.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Pangdam
IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI
Hendro Cahyono segera berkoordinasi untuk meredam situasi serta memastikan
keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Bentuk Tim
Gabungan
Untuk mengungkap fakta secara objektif dan
transparan, kedua institusi sepakat membentuk tim gabungan.
Tim tersebut terdiri atas perwakilan Bidang Propam
Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang akan melakukan
penyelidikan secara profesional terkait peristiwa tersebut.
Meski insiden itu terjadi, Henry menegaskan bahwa
hubungan baik antara TNI dan Polri tetap terjaga.
"Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini
merupakan kesalahpahaman yang terjadi secara spontan. Hubungan persaudaraan dan
sinergi TNI-Polri di NTT tetap kuat," tegas Henry.
"Kami akan menyelesaikan masalah ini secara
bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama dalam menjaga keamanan masyarakat
dan wisatawan," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat bersama
Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan di lapangan guna
memastikan situasi tetap kondusif.
Polda NTT juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami memastikan situasi di Labuan Bajo aman
dan kondusif," kata Henry.
