banner Tragis! Cekcok Soal Uang Seragam Anak, Seorang Istri di Sabu Raijua Tewas Ditikam Suami

Tragis! Cekcok Soal Uang Seragam Anak, Seorang Istri di Sabu Raijua Tewas Ditikam Suami



Suara Numbei News - Seorang ibu rumah tangga berinisial OMR alias Orpa (37) tewas setelah ditikam suaminyai, MLPG alias Marthen (42), di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah pasangan suami istri itu yang berada di RT 003/RW 002, Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Rabu 10 Juni 2026 sekitar pukul 01.00 Wita.

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Natonis mengatakan, dugaan sementara motif pembunuhan dipicu pertengkaran terkait permintaan uang untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

"Pelaku tidak terima karena korban meminta uang untuk membeli seragam sekolah anaknya sehingga ia menikam korban," ujar Paulus Natonis dalam keterangannya, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Paulus, sebelum kejadian Marthen dan Orpa sedang berada di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci. Orpa kemudian meminta uang kepada Marthen untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

Namun, kata Paulus, Marthen malak mempertanyakan penggunaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 1,4 juta yang diterima Orpa pada Mei 2026. Orpa disebut tidak mengakui telah menerima bantuan tersebut.

Perdebatan terkait masalah itu kemudian berkembang menjadi pertengkaran dan cekcok mulut di atas tempat tidur.

Dalam kondisi emosi, Orpa disebut mengambil sebilah pisau pinggang milik Marthen yang berada di samping kiri tempat tidur dan mengarahkannya kepada Marthen.

Marthen lalu merebut pisau tersebut dari tangan Orpa. Setelah menguasai senjata tajam itu, Marthen langsung menusukkan pisau ke bagian rusuk kiri Orpa, tepat di bawah ketiak.

Akibat tikaman tersebut, Orpa berteriak kesakitan dan meminta pertolongan. Teriakan Orpa didengar oleh anak mereka, MAK alias Melan (14), yang kemudian berlari meminta bantuan kepada Albertina Teni dan warga sekitar.

Sejumlah tetangga yang datang berusaha menolong Orpa, namun tidak dapat masuk karena pintu kamar terkunci dari dalam. Warga bahkan sempat berupaya mendobrak pintu kamar. Akan tetapi, Marthen mengancam siapa pun yang masuk karena masih memegang pisau.

Tak lama kemudian, Marthen keluar dari kamar dan mendatangi rumah Albertina Teni. Kepada warga, Marthen mengaku telah membunuh istrinya. Setelah itu, Marthen memilih menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dengan panjang sekitar 19 sentimeter bergagang kayu berwarna hitam serta pakaian korban.

Hasil pemeriksaan medis dari tim UPTD Puskesmas Seba menunjukkan Orpa mengalami luka tikam pada bagian dada kiri akibat senjata tajam. Selain itu ditemukan luka pada jari tengah tangan kiri dan luka pada jari telunjuk tangan kanan.

"Saat ini pelaku telah diamankan di Satreskrim Polres Sabu Raijua untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku dan barang bukti yang terkait dengan kejadian tersebut telah diamankan di Sat Reskrim Polres Sabu Raijua untuk proses lebih lanjut," tandas Paulus. (rey) *** poskupang.com




 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama