Berbagai modus penipuan itu muncul seiring
berkembangnya layanan digital.
Modus penipuan dilakukan melalui telepon,
pesan WhatsApp, SMS, email, hingga kunjungan langsung ke rumah peserta.
Imbau itu disampaian PT Taspen dalam
siaran persnya yang diterima POS-KUPANG.COM hari
ini Sabtu (6/6/2026).
PT Taspen menegaskan bahwa seluruh layanan yang
diberikan kepada peserta tidak dipungut biaya dan Taspen tidak pernah meminta
data rahasia seperti PIN, OTP, password, nomor rekening, maupun meminta peserta
melakukan transfer dana dalam bentuk apa pun.
1.
Berikut Beberapa
modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain:
Permintaan pembaruan data melalui tautan (link) yang mencurigakan.
2.
Penawaran bonus,
kenaikan manfaat pensiun, deviden, atau bantuan tertentu yang tidak
resmi.
3.
Permintaan
pengiriman dokumen pribadi melalui WhatsApp atau email.
4.
Panggilan video
atau telepon yang mengatasnamakan petugas PT Taspen.
Penawaran rekrutmen yang meminta biaya pendaftaran atau administrasi.
Langkah
Pencegahan Penipuan
Sebagai langkah pencegahan, peserta diimbau untuk
menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, dan Laporkan”:
Tahan – Jangan langsung menanggapi pesan, telepon,
atau tautan yang mencurigakan.
Pastikan – Verifikasi kebenaran informasi hanya melalui kanal resmi
TASPEN.
Laporkan – Segera laporkan indikasi penipuan kepada
TASPEN atau pihak berwenang.
PT Taspen mengajak seluruh peserta untuk selalu
berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan
perusahaan. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi TASPEN.
Informasi dan layanan resmi TASPEN dapat diakses melalui:
·
Website Resmi: www.taspen.co.id
·
Call Center
TASPEN: 1500 919
·
Email: tanya.taspen@taspen.co.id
·
Media Sosial
Resmi: @taspen
PT Taspen (Persero) berkomitmen untuk terus
memberikan layanan yang aman, terpercaya, dan melindungi seluruh peserta dari
berbagai bentuk kejahatan digital. Bersama, mari tingkatkan kewaspadaan agar
tidak menjadi korban penipuan. (*)
