banner Terjebak Modus Lowongan Kerja, Pemuda Asal NTT Disekap dan Dianiaya di Bali, Keluarga Diminta Tebusan Rp100 Juta

Terjebak Modus Lowongan Kerja, Pemuda Asal NTT Disekap dan Dianiaya di Bali, Keluarga Diminta Tebusan Rp100 Juta

Korban berinisial YKB, 24, asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kasus penganiayaan dan penyekapan yang dialaminya ke Polsek Kuta. Foto: Humas Polresta Denpasar

Suara Numbei News - Seorang pemuda asal Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24), mengaku menjadi korban penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan oleh sekelompok orang di Bali. Kasus yang viral di media sosial tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

Menurut keterangan korban, peristiwa bermula ketika dirinya mencari pekerjaan di Bali. Pada awal Mei 2026, ia berkenalan dengan beberapa orang melalui aplikasi Tinder yang menawarkan pekerjaan sebagai staf administrasi dan asisten pribadi di sebuah vila di kawasan Umalas, Kerobokan. Korban mengaku dijanjikan pekerjaan dengan prospek yang menjanjikan sehingga tertarik mengikuti proses perekrutan tersebut.

Korban kemudian diminta datang ke sebuah hotel untuk melakukan wawancara sekaligus menandatangani kontrak kerja. Saat pertemuan berlangsung, korban sempat diminta menyerahkan uang sebesar Rp4 juta dengan alasan biaya pengurusan seragam kerja yang dijanjikan akan dikembalikan setelah administrasi selesai.

Namun situasi berubah drastis setelah itu. Korban mengaku dituduh melakukan pelecehan terhadap salah seorang perempuan yang berada bersama kelompok tersebut. Tak hanya itu, ia juga dituduh mencuri uang milik pelaku. Korban membantah seluruh tuduhan tersebut.

Setelah tuduhan dilontarkan, dua unit telepon genggam, laptop, KTP, paspor, koper, dan barang-barang pribadi milik korban diduga disita oleh para pelaku. Korban kemudian tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi dan diduga disekap di kamar hotel.

Dalam keterangannya, korban menyebut dirinya mengalami intimidasi dan kekerasan fisik yang dilakukan secara bergantian oleh sekitar lima orang pelaku. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada kepala, memar di wajah, serta sejumlah luka di bagian tubuh lainnya. Bahkan kepala korban disebut sempat mengalami luka yang memerlukan penanganan medis.

Tidak hanya menganiaya korban, para pelaku juga diduga menghubungi keluarga korban di Sumba Barat. Keluarga diminta menyediakan uang tebusan sebesar Rp100 juta apabila ingin korban dibebaskan. Ancaman tersebut membuat keluarga dan korban berada dalam tekanan psikologis yang berat.

Korban mengaku mengalami penyekapan selama kurang lebih 12 jam. Kesempatan melarikan diri akhirnya datang saat para pelaku lengah pada dini hari. Dengan kondisi tubuh penuh luka dan dalam keadaan panik, korban berhasil keluar dari hotel dan berlari mencari pertolongan warga.

Sekitar pukul 06.00 WITA, korban tiba di sebuah warung di kawasan Jalan Pasir Putih, Kedonganan, Kuta. Pemilik warung yang melihat kondisi korban kemudian memberikan pertolongan, meminjamkan telepon untuk menghubungi keluarga, membantu membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis, dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan bahwa laporan korban telah diterima dan saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang ada. Polisi juga sedang mengidentifikasi serta memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang diperoleh melalui media sosial maupun aplikasi perkenalan daring. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi identitas pemberi kerja dan legalitas perusahaan sebelum mengikuti proses perekrutan.

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama