banner Iqlima Kim Gak Tahan Jadi Aspri Hotman Paris: Kata-katanya Menyakitkan!

Iqlima Kim Gak Tahan Jadi Aspri Hotman Paris: Kata-katanya Menyakitkan!

Profil Iqlima Kim (Instagram/@iqlimakim_)


Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk Numbei)Kabar mengejutkan datang dari Iqlima Kim yang memutuskan mundur sebagai asisten pribadi Hotman Paris Hutapea. Ia merupakan Aspri ke-9 pengacara kondang 63 tahun ini.

Iqlima Kim merasa tidak tahan dengan perlakuan Hotman Paris kepada dirinya. Terlebih ada ucapan yang tak mengenakan dan mengarah pada pelecehan verbal.

"Ada kata-kata beliau yang menurut aku sangat menyinggung status," kata Iqlima Kim dikutip dari tayangan Celeb 360 di Vidio.com, Kamis (14/4/2022).

Salah satunya soal popularitas yang didapatkan Iqlima Kim saat menjadi asisten pribadi Hotman Paris.

Profil Iqlima Kim (Instagram/@iqlimakim_)


"Beliau itu seolah-olah mengingatkan aku bukan siapa-siapa tanpa dia," terang ibu satu anak ini.

Iqlima Kim yang mendapatkan popularitas itu akhirnya melepaskan. Ia tidak mau batin tersiksa karena hal-hal yang dialami sebagai asisten pribadi.

"Lebih baik menghindar daripada sakit hati," ujarnya sambil menangis.

Selain ucapan yang tak mengenakan hati, Iqlima Kim pun kerap cekcok dengan Hotman Paris. Akumulasi dari ketidaknyamanan itu membuat dia memutuskan mundur.

"Kami sering berbeda pendapat, debat, cekcok. Aku sudah bilang sama dia, aku nggak bisa. Aku orangnya nggak bisa dikerasin, terlalu ditegaskan, jadi aku nggak bisa, cukup," katanya memaparkan.

Profil Iqlima Kim (Instagram/@iqlimakim_)


Tapi bisa saja ia menduga mentalnya yang cukup lemah menghadapi masalah ini. Hal itu jika ia membandingkan diri dengan sejumlah asisten pribadi Hotman Paris yang lain.

"Mungkin aku aja yang terlalu lemah. Aku lihat kok hanya aku saja yang bertolak belakang dengan beliau," ungkapnya.

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama