banner Akhir Pelarian Pria Pelaku Penyekapan Dan Pencabulan Siswi SMP Hingga Hamil, Diringkus Di NTT

Akhir Pelarian Pria Pelaku Penyekapan Dan Pencabulan Siswi SMP Hingga Hamil, Diringkus Di NTT



Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk)Polres Pati, Jawa Tengah, meringkus seorang pria pelaku penyekapan dan pencabulan terhadap seorang siswi SMP hingga hamil.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dalam siaran pers di Semarang, Senin (15/8/2022), mengatakan bahwa penangkapan terhadap PH, warga Dukuhdeti, Kabupaten Pati, di Nusa Tenggara Timur saat melarikan diri dengan bekerja sebagai anak buah kapal.

"Ditangkap saat kapal yang ditumpanginya berlabuh di NTT," katanya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpa NIM (15) bermula saat korban berkenalan dengan pelaku pada bulan April 2022.

Saat itu, kata dia, korban yang diberi telepon seluler oleh orang tuanya berkenalan secara daring dengan pelaku.

"Hubungan itu berlanjut. Pelaku sempat mendatangi rumah korban saat orang tuanya pergi," katanya.

Melalui bujuk rayu, lanjut dia, tersangka kemudian berhasil mengajak korban pergi dari rumah.

Pelaku kemudian menyekap NIM di rumahnya dan mencabuli korban hingga hamil.

Orang tua korban yang memperoleh informasi tentang keberadaannya kemudian menjemput NIM yang sudah dalam kondisi sakit dan tidak terawat sekitar akhir Juli 2022.

Korban sendiri sempat dirawat di RS Soewondo Pati karena kondisinya yang kurus dan sakit.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (Sumber: Antara)

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama