banner Wow Duel Sengit Biawak vs Ular Piton, Saling Gigit Keras Melilit

Wow Duel Sengit Biawak vs Ular Piton, Saling Gigit Keras Melilit

Piton batu Afrika sedang sarapan burung pelikan. Foto: FLPA/Alamy


Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk)Seekor biawak dan ular secara tak sengaja terlihat saling serang satu sama lain. Ular melilit biawak dengan keras lalu mematoknya.

Di awal video, Biawak dengan postur mirip komodo ini tengah mengigit si ular piton. Hewan melata itu kemudian melawan dengan mematok biawak di area kepala.

Keduanya saling serang hingga video berakhir. Tak diketahui siapa pemenang dari pertarungan sengit ini, namun piton tampak kehabisan tenaga dan berbalur bercak darah.

@wild_animals_vid #wildlife #wildanimals #animals #animalsoftiktok #nature #wildlife ♬ 1 second count / when button pressed / time signal 03(1107043) - QUESS

Kulitnya juga sobek akibat gigitan biawak yang menyerang terus-terusan.

Secara postur, biawak memang berukuran sangat besar ketimbang piton. Keunggulan ini berguna saat biawak dalam posisi terancam seperti video

Keduanya termasuk hewan karnivora alias pemakan daging. Makanannya seperti serangga, kodok, ikan, telur burung dan sebagainya.

Biawak masuk dalam kelompok kadal-kadalan dan tersebar di wilayah beriklim tropis hingga panas. Habitatnya tersebar di wilayah Australia, Afrika hingga Asia.

Di Indonesia, biawak kadang ditemui hidup di daerah-daerah lembap, seperti gorong-gorong, bantaran sungai dan rimbunan pohon lebat.

Sama halnya dengan biawak, ular piton juga sering ditemui di habitat tropis. Ia bisa tumbuh memanjang bahkan hingga 8 meter.

Ular piton melumpuhkan mangsanya dengan cara melilitkan tubuhnya ke sasaran, lalu mematoknya hingga tak berdaya.

Piton kerap ditemui di daerah tropis seperti Indonesia, Afrika dan Australia.



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama