5.884 Hektar Lahan Garapan Menunjang Swasembada Pangan Kabupaten Malaka NTT

5.884 Hektar Lahan Garapan Menunjang Swasembada Pangan Kabupaten Malaka NTT



Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk) Program primadona Swasembada Pangan yang dicanangkan DR. Simon Nahak, S,H, M.H, Bupati Malaka, Provinsi NTT terus menunjukan hasil postif. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh dari Dinas Pertanian Malaka, saat ini terdata 5.884 hektar lahan sawah masyarakat baik itu swadaya maupun yang diintervensi pemerintah guna menunjang produksi pangan serta Program Beras Nona Malaka.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Malaka, drh. Januaria Maria Seran, dalam penjelasannya saat Jumpa Pers bersama awak media di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis, 12 Oktober 2023, pada Musim Tanam Pertama [MT1], luas lahan panen yang diintervensi dari bantuan Pemerintah sebesar 3.500 Hetar. Sedangkan lahan yang diolah swadaya oleh petani sebesar 1.329 Hektar, sehingga total lahan baku sawah diolah pada MT1 Tahun 2022 sebesar 4.829 hektar.

Sedangkan untuk Musim Tanam Kedua [MT2], luas lahan panen yang diintervensi dari bantuan pemerintah sebesar 500 Hektar. Sedankangkan untuk lahan yang diolah swadaya oleh petani sebesar 555 Hektar, sehingga total lahan baku sawah yang diolah pada MT2 tahun 2022 sebesar 1.055 Hektar. Baca Juga :  Spirit Bupati Malaka Untuk Aintasi Cup X “

Dengan produktivitas pada musim tanam pertama dan kedua maka total gabah giling yang dihasilkan adalah 35.179 Ton yang kalau kita konversikan ke beras menjadi 22.072 ton,” jelasnya.

Dalam paparannya Kadistan Malaka menjelaskan, berdasarkan data statistik pangan NTT, konsumsi beras dalam rumah tangga di Provinsi NYTT sebanyak 113,8 kilogram per kapita per tahun. Dengan jumpah penduduk Malaka pada tahun 2022 sebanyak 197.022 jiwa, maka total kebutuhan pangan terutama beras di Kabupaten Malaka sebesar 22.358 Ton Per Tahun.

“Dari data tersebut maka dapat kita ketahui bahwa produksi beras di Malaka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita dapat dihitung. Dimana dari 22.358 Ton dikurangi produksi beras di Malaka sebanyak 22.072 ton maka kita masih mengalami kekurangan 286 ton beras untuk memenuhi kebutuhan beras untuk masyarkat kita,” jelasnya.

Keseluruhan data yang dipaparkan tersebut, ungkap Kadistan Malaka, apabila dicerati dengan benar maka dapat kita Tarik benang merah akan konsep Swasembada Pangan yang diprogramkan oleh Bupati Malaka, DR. Simon Nahak.

Dimana khusus untuk program Brand Beras Nona Malaka, pada MT1 Tahun 2002 dari seluas 3500 Ha, dengan Produktivitas 4,67 ton per hektar, maka total gabah kering giling yang dihasilkan sebanyak 16.345 Ton yang kalau dikonversi ke beras menjadi 10.255 Ton untuk produksi Beras Nona Malaka.

“Artinya dari total keseluruhan 22.072 ton hasil produksi beras oleh masyarakat Malaka, terdapat 10.255 ton yang diintervensi pemerintah untuk menunjang produksi Beras Nona Malaka,”ungkapnya.

Berdasarkan data yang diterima redaksi hingga 11 Oktober 2023, terdapat 54.10 Ton Beras Nona Malaka yang sudah beredar di masyarakat dari produksi yang dilakukan pihak offtaker. Hasil ini akan terus bertambah sebab total gabah yang di timbang oleh offtaker dari petani sebanyak 196 Ton, yang dibeli dengan harga Rp. 5.500 per kilogram saat ini sedang berproses di offtaker.*** flobamorata.com



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama