![]() |
Orang-orang memberikan penghormatan kepada Pastor Xaverius Vadakkekara OFMCap, seorang jurnalis, di sebuah Gereja di New Delhi setelah kematiannya pada 16 Maret. (Foto: Junu Unni) |
Pastor Xaverius
Vadakkekara OFMCap, mantan editor mingguan berita Katolik, Indian
Currents, meninggal pada 16 Maret di New Delhi pada usia 72 tahun.
Jenazahnya diserahkan
ke Institut Ilmu Medis India yang dikelola pemerintah di New Delhi pada
18 Maret “sesuai permintaan terakhirnya,” kata Pastor Suresh Mathew, rekan imam
itu.
Harapan terakhir Pastor
Vadakkekara “tercermin dalam tindakannya berupa kemurahan hati dan komitmen
seumur hidup untuk melayani umat manusia,” kata Pastor Mathew kepada UCA News
19 Maret.
Pastor Vadakkekara,
yang telah menjalani perawatan akibat kebutaan dan memiliki riwayat
kesehatan yang rumit selama lebih dari dua dekade, meninggal di Rumah Sakit
Keluarga Kudus di New Delhi saat ia menjalani “pengobatan untuk gangguan
pernafasan akut,” demikian pernyataan resmi dari Ordo Kapusin.
Pastor Mathew, juga
mantan editor Indian Currents, mengenang Pastor Vadakkekara sebagai
“seorang jurnalis dan editor veteran yang dikenal karena objektivitas dan
ketajamannya dalam menulis berita.”
Beliau memuji rekan
seniornya yang telah membimbing dan mendorong banyak jurnalis untuk bekerja di
berbagai media di India.
“Dia meninggalkan jejak
yang tak terhapuskan dalam lanskap media Katolik di India,” tambah Pastor
Mathew.
Orang-orang dari
berbagai lapisan masyarakat bergabung pada 18 Maret untuk memberikan
penghormatan terakhir dan Misa pemakaman sebelum jenazah dibawa.
Uskup Meerut Mgr.
Bhaskar Yeshuraj memimpin Misa pemakaman yang dihadiri oleh anggota keluarga
dan pejabat Gereja di Ghaziabad, timur Delhi
Uskup Bellary Mgr.
Henry D’Souza, ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja India,
mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas meninggalnya Pastor Vadakkekara.
“Dia adalah
seorang yang berkomitmen, ramah terhadap masyarakat dan penuh kasih
sayang. Gereja di India telah kehilangan seorang pekerja media yang sangat baik
dengan nilai-nilai Kristiani,” kata Uskup D’Souza.
Beberapa pastor
mengapresiasi mendiang imam itu yang menyumbangkan jenazahnya.
“Secara umum belum ada
seorang imam atau orang awam untuk menyumbangkan jenazah setelah mereka wafat
meskipun tidak ada larangan hukum dari dalam Gereja,” kata seorang imam Katolik
yang tinggal di Bhopal, ibu kota Negara Bagian Madhya Pradesh, India tengah.
“Ini adalah contoh terpuji
yang dapat ditiru oleh generasi mendatang,” kata pastor yang tidak mau
disebutkan namanya itu kepada UCA News pada 19 Maret.
Pastor Vadakkekara,
lahir di Negara Bagian Kerala, India selatan, ditahbiskan menjadi imam tahun
1980. Ia memperoleh gelar doktor di Filipina dan melayani dunia
komunikasi di Andhra Pradesh, India selatan.
Tahun 1993, ia pindah
ke India utara dan mendirikan Media House, sebuah penerbit di pinggiran
New Delhi.
Ia juga berperan
penting dalam mendirikan lembaga yang didedikasikan untuk pendidikan orang
dewasa dan berbasis keterampilan. Khususnya, ini adalah institusi pertama yang
dijalankan Gereja Katolik.
Menyadari semakin
pentingnya literasi digital, ia mendirikan Institut Pelatihan dan Teknologi
Media di Suryanagar tahun 1990-an, dengan fokus utama pada pendidikan komputer.
Ia juga berkontribusi
pada pendirian Institut Pelatihan dan Teknologi Assisi di Noida, Uttar Pradesh.
Lembaga yang berafiliasi dengan Universitas Hisar di Haryana ini menawarkan
program master di bidang komunikasi dan jurnalisme.
Sumber: Indian
capuchin donates body for medical studies