banner Kadis PUPR Kabupaten Belu Tanggapi Keluhan Warga soal Kerusakan Jalan

Kadis PUPR Kabupaten Belu Tanggapi Keluhan Warga soal Kerusakan Jalan

S. Vinsen Dalung, ST. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu.


Suara Numbei News - Keluhan warga terkait kerusakan akses jalan di Ovalangga dan di depan Kantor Lurah Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu, S. Vinsen Dalung, ST. 

Menurut Vinsen, Pemerintah Kabupaten Belu telah mengalokasikan anggaran lebih dari 3.3 miliar pada tahun 2024 untuk penanganan jalur dari bekas Kantor Dinas Sosial, Haliren hingga Lolowa. Namun, karena kebijakan pemerintah anggaran tersebut masih dicadangan dan masih belum dapat direalisasikan. 

"Terkait jalan di Ovalangga, memang masih banyak jalan lingkungan yang rusak. Kami menyadari kondisi ini dan tetap berusaha untuk melakukan intervensi. Namun pada tahun 2025, anggaran kita masih dalam kondisi dicadangkan, sehingga sulit untuk melakukan perbaikan. Harapannya pada tahun 2026 kondisi anggaran bisa kembali normal sehingga kami dapat mengintervensi jalan-jalan yang membutuhkan perbaikan," kata Vinsen. Jumat, (4/4/2025). 

Meskipun demikian Vinsen menambahkan bahwa pada tahun ini masih ada anggaran yang tersedia untuk memperbaiki infrastruktur tertentu. Salah satunya adalah perbaikan jembatan di sekitar Hotel Timor yang dibiayai melalui dana insentif fiskal serta perbaikan rusak jalan lainnya. 

"Kami berharap langkah-langkah ini bisa sedikit menjawab keluhan masyarakat. Kami juga berharap pada tahun 2026 nanti, anggaran sudah kembali normal sehingga perhatian terhadap perbaikan jalan lingkungan dan dalam kota bisa lebih maksimal," ucap Vinsen. *** rri.co.id



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama