banner Viral Video Diduga Oknum Guru di Kupang NTT Jambak Siswi di Dalam Kelas, Netizen Geram

Viral Video Diduga Oknum Guru di Kupang NTT Jambak Siswi di Dalam Kelas, Netizen Geram

Viral oknum guru di Kupamg diduga jambak siswi nya (sc video)


Suara Numbei News - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan fisik oleh oknum guru terhadap seorang siswi di dalam kelas viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak seorang guru menjambak rambut siswi yang hanya diam tanpa melakukan perlawanan.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @lika.liku.ntt dan mulai beredar luas pada Jumat (1/8/2025).

Dalam keterangannya, pengunggah menyebut bahwa peristiwa tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hancur dunia pendidikan di NTT kalau kelakuan guru SMA 1 Kupang model gini," tulis keterangan dalam video.

Tindakan oknum guru tersebut memicu kemarahan publik. Sejumlah komentar bernada kecewa dan geram memenuhi kolom komentar unggahan tersebut.

"Dunia pendidikan tidak baik-baik saja," tulis salah satu netizen.

"Parah banget tuh guru," timpal pengguna lainnya.

"Memalukan banget tuh guru"” komentar warganet lain.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.

Belum diketahui pula identitas guru dan siswi dalam video maupun latar belakang kejadian yang sebenarnya.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap pentingnya pengawasan dan penegakan etika dalam dunia pendidikan, terutama di lingkungan sekolah.***



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama