banner Artis Anrez Adelio Tersandung Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Artis Anrez Adelio Tersandung Kasus Dugaan Kekerasan Seksual



Suara Numbei News -  Polda Metro Jaya tengah menangani salah satu kasus figur publik, yaitu, Anrez Putra Adelio. Anrez dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual usai menghamili Friceilda Prillea alias Icel.

Friceilda Prillea alias Icel melaporkan Anrez per Senin (29/12). ’’Benar telah datang saudari FA, seorang perempuan usia 27 tahun. Korban melaporkan saudara AP, laki-laki 28 tahun,’’ kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak di kantornya, Senin (5/1) malam.

Dia memaparkan bahwa korban mengaku mendapat perlakuan tersebut hampir 8 bulan, terhitung mulai 24 September 2024 - 18 Mei 2025. Perbuatan tersebut dilakukan di salah satu perumahan daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

FA mengaku terpaksa melayani nafsu birahi AP dalam kondisi di bawah tekanan. ’’Terlapor mengirim video hubungan layaknya suami istri yang direkam tanpa sepengetahuan korban,’’ tutur Reonald.

Sampai akhirnya, korban hamil dan usia kandungannya sudah memasuki bulan ke-8. Bahkan, FA juga mengaku diminta untuk mengonsumsi obat pengugur kandungan. Namun, ditolak oleh korban. ’’Kemudian terlapor membuat surat pernyataan akan menikahi dan bertanggung jawab kepada korban dan bayinya. Namun, faktanya tidak,’’ beber Reonald.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anrez menyampaikan bahwa FA berhak mengambil langkah terbaik versinya. Namun, dia telah berupaya menunjukkan itikad baik dengan menemui keluarga FA. ’’Semua komunikasi sudah dilakukan, ada perwakilan dari kuasa hukum. Sudah ada kesepakatan juga. Makanya aku kaget dibilang tidak ada pertanggungjawaban,’’ jelas Anrez. (*)



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama