banner Gugur Membela Negeri di Papua, Praka Satria Tino Pulang ke NTT dalam Duka Mendalam

Gugur Membela Negeri di Papua, Praka Satria Tino Pulang ke NTT dalam Duka Mendalam

KORBAN KKB PAPUA - Suasana di rumah duka Praka Satria Tino Taopan. Praka Satria Tino Taopan, prajurit TNI AD dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/PS yang gugur saat bertugas di Papua. 



Suara Numbei News Langit Kota Kupang diselimuti duka mendalam saat kabar gugurnya Praka Satria Tino Taopan (29) sampai ke rumah keluarga di Jalan Salak, Kelurahan Oepura.

Prajurit terbaik TNI AD dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/PS ini mengembuskan napas terakhir setelah terlibat kontak senjata sengit dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung TetmidKabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026). 

Pantauan di lokasi, Jumat (9/1/2026) siang, menunjukkan tenda duka telah berdiri kokoh di halaman rumah, menyambut kerabat dan tetangga yang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang patriot.

Sang ayah, Domi Taopan, tak mampu menyembunyikan kesedihannya meski berupaya tetap tegar di depan pelayat.

Dengan suara lirih, ia menyampaikan jenazah putra tercintanya dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Segala persiapan penyambutan kini tengah dikebut oleh pihak keluarga bersama jajaran pejabat Kodim Kupang yang turut hadir untuk memastikan prosesi kepulangan dan penghormatan militer berjalan dengan khidmat.

“Rencananya anak kami tiba malam ini. Kami masih menunggu sambil mempersiapkan segala keperluan,” ujar Domi.

Peristiwa memilukan di pedalaman Papua tersebut terjadi saat personel Yonif 100/PS berupaya menghalau aksi teror KKB.

Dalam baku tembak yang mencekam, Praka Satria gugur sebagai martir, dan dilaporkan senjata miliknya turut dirampas oleh kelompok tersebut.

Kehilangan ini menjadi luka yang menganga, tidak hanya bagi korps loreng, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kehilangan salah satu putra terbaiknya di medan tugas.

Menurut Domi, sejumlah pejabat dari Kodim Kupang dijadwalkan akan mendatangi rumah duka pada sore hari untuk membantu persiapan penjemputan dan prosesi penghormatan terakhir bagi Praka Satria.

Kini, kepulangan Praka Satria dinanti dengan doa-doa yang melangit.

Ia kembali bukan dengan langkah tegap seperti saat keberangkatannya, melainkan dalam balutan Merah Putih yang menyelimuti peti jenazahnya.

Pengorbanan pemuda berusia 29 tahun ini menjadi catatan sejarah perjuangan menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi di tanah Cenderawasih, menyisakan duka abadi namun sekaligus kebanggaan besar bagi keluarga yang ditinggalkan. (*) papua.tribunnews.com






 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama