banner Pastor Katolik Italia 'Gantung Jubah' demi Cinta

Pastor Katolik Italia 'Gantung Jubah' demi Cinta



Setapak rai numbei - - - Seorang pastor Katolik di Italia, Riccardo Ceccobelli, menarik perhatian publik setelah memutuskan untuk "menggantung jubah" karena menjalin hubungan asmara sehingga tak dapat melanjutkan kewajiban hidup melajang.

Ceccobelli mengumumkan keputusannya itu saat misa di GerejaFelice di MassaMartana,Perugia, Italia, pada Minggu lalu.

Saat itu, Ceccobelli mengaku tak lagi dapat memegang janjinya untuk hidup selibat, atau tidak menikah, yang menjadi syarat menjadi pelayan Tuhan di Gereja Katolik.

"Saya tak bisa lagi koheren, transparan, dan tepat terkait hubungan saya dengannya. Hati saya jatuh cinta meski saya tak pernah melanggar janji saya," ujar Ceccobelli seperti dikutip AFP.

Ia kemudian berkata, "Saya mau menjalani cinta ini tanpa menutupinya, tanpa menafikannya."

Lihat Juga:

Saat Cerita Satu Malam Yang Istimewah di Kampung Kateri, Kabupaten Malaka

Suanggi: Ilmu Hitam Yang Paling Ditakuti di Wilayah Indonesia Bagian Timur

Jangan Telanjangi Alam, Seruan Menjaga Kelestarian Alam

Dengan pengumuman ini, Ceccobelli dianggap menghentikan pengabdiannya yang sudah dimulai sejak enam tahun lalu.

Uskup yang melantik Ceccobelli enam tahun lalu, Gualtiero Sigismondi, pun mengucapkan terima kasih atas pengabdian sang pastor.

"Terima kasih kepada Don Riccardo atas pelayanannya selam ini. Saya dengan tulus berharap keputusan Don Riccardo ini dibuat dengan kebebasan penuh, dan memastikan kedamaian hidupnya," katanya.***cnnindonesia.com

 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama